Setelah saya memperoleh medali perak OSN Guru Tingkat Nasional Tahun 2015 bidang matematika, di tahun berikutnya saya langsung diamanahi oleh dinas pendidikan Kota Surabaya sebagai juri dalam penyelenggaraan seleksi OGN (Olimpiade Guru Nasional) Tahun 2016 bidang matematika tingkat Kota Surabaya. Ada satu pertanyaan yang menggelitik saya dan membuat saya penasaran untuk saya tanyakan ke Bu Tatiek selaku Staf Dinas Pendidikan Kota Surabaya ketika itu, yaitu: “Berapa medali yang sudah didapatkan Kota Surabaya selama lima tahun penyelenggaraan OSN Guru ini bu?”. Beliau sontak menjawab, “Ya bapak (Fajar) ini yang dapat medali pertama untuk Surabaya”. Saya terkejut sekaligus bangga, tidak menyangka bahwa saya merupakan guru pertama yang memberikan medali untuk Kota Surabaya.

Apa sih latar belakang diadakannya OSN Guru?

Peningkatan kompetensi dan kemampuan profesionalitas guru menjadi salah satu ranah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Kebijakan ini dibuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing dalam era global. Era global menuntut SDM yang bermutu tinggi dan siap berkompetisi, baik pada tataran regional, nasional, maupun internasional, khususnya di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Untuk mewujudkan harapan tersebut, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Kebudayaan (BPSDMPK), Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional Guru (OSNG).

Apa saja tujuan diselenggarakan OSN Guru?

  1. Menumbuhkembangkan budaya kompetitif yang sehat di kalangan guru
  2. Meningkatkan wawasan pengetahuan, motivasi, kompetensi, profesionalisme, dan kerja keras untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan guru
  3. membina dan mengembangkan kesadaran ilmiah guru dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa kini dan yang akan datang
  4. Membangun komitmen mutu guru dan peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran secara lebih merata.

Kalau kita telusuri lebih jauh, di tahun kelima pelaksanaan OSN Guru Tahun 2015 ini, dinas pendidikan Kota Surabaya mendapat tekanan dari Walikota Surabaya saat itu, yaitu Bu Tri Rismaharini untuk berprestasi di ajang tersebut, sehingga baru tahun kelima pelaksanaan OSN Guru Tingkat Kota Surabaya diadakan seleksi terbuka untuk guru negeri maupun swasta dengan harapan guru-guru tersebut telah tersaring sebagai guru terbaik yang mewakili Kota Surabaya di ajang OSN Guru Tingkat Nasional. Dengan proses seleksi ini, peluang guru swasta untuk mewakili Kota Surabaya menjadi terbuka, dibandingkan empat tahun pelaksanaan OSN Guru sebelumnya.

Berikut ini merupakan rangkuman pengalaman saya dalam mengikuti seleksi mulai tingkat sekolah, tingkat kota, tingkat propinsi, maupun tingkat nasional.

A. PROSES SELEKSI TINGKAT SEKOLAH

Proses penyelenggaraan OSN Guru tahun 2015 sangat mengejutkan bagi saya selaku guru matematika di SMP Al Hikmah Surabaya, karena selama ini OSN Guru memang tidak terdengar gaungnya di sekolah. Sayapun tidak sengaja dan tidak punya niat untuk mengikuti proses seleksi OSN Guru 2015 di kota Surabaya, info seleksi OSN Guru inipun saya dapatkan dari Ustad. Faiz yang saat itu beliau menjabat sebagai Waka Kurikulum SMA Al Hikmah Surabaya sehari sebelum pelaksanaan seleksi. Saat itu beliau meminta dengan segera kepada saya untuk membuat biodata sesuai dengan format yang beliau berikan, selanjutnya biodata saya diminta beliau (Ust. Faiz) untuk dikumpulkan ke dinas kota Surabaya. Dengan info yang serba mendadak ini, maka pelaksanaan seleksi guru di sekolah jelas tidak diadakan. Dan saya termasuk guru beruntung yang mewakili sekolah, bukan karena kompetensi saya sebagai guru terbaik di sekolah tetapi karena saat itu saya diamanahi sebagai pembina olimpiade matematika. Saya merasa, di tahun itu memang Allah telah menakdirkan saya untuk berprestasi dengan caraNya.

B. PROSES SELEKSI TINGKAT KOTA

Pada pelaksanaan seleksi OSN Guru 2015 tingkat Kota Surabaya, antusias peserta dalam mengikuti seleksi sangat luar biasa, terbukti ruang Hall SMA Negeri 1 Surabaya dipenuhi oleh para guru, begitu juga di SMA Negeri 5 Surabaya, peserta seleksi OSN Guru tingkat kota bidang matematika SMP sebanyak 105 orang juga memenuhi hall tersebut. Ada satu kejadian yang menggelitik saya saat itu ketika menghadiri proses seleksi tersebut, yaitu saat nama saya tidak ada di 104 orang daftar nama peserta seleksi OSN Guru Tingkat kota Surabaya saat itu dan panitia tetap bersikeras tidak memperbolehkan saya untuk ikut proses seleksi tersebut. Untungnya sore hari sebelum pelaksanaan seleksi, saya lihat web dinas pendidikan kota Surabaya yang mengupload daftar nama peserta seleksi OSN Guru. Seketika itu saya simpan daftar nama tersebut dan menunjukkan ke panitia. Di daftar nama peserta tersebut, 52 sekolah negeri wajib mengirimkan dua guru untuk ikut seleksi dan saya merupakan satu-satunya wakil dari sekolah swasta yang ikut seleksi tersebut dan berada di urutan paling bawah. Berikut ini lampiran daftar nama peserta seleksi OSN Guru Tahun 2015 tingkat Kota Surabaya.

Proses seleksipun dimulai, di awal pelaksanaan suasana masih tenang seperti saat ujian. Sampai 30 menit berlalu, beberapa guru di luar dugaan saya tidak patut untuk ditiru, saling tanya jawaban sudah tidak punya malu, bahkan melihat keseriusan saya dalam mengerjakan soal seleksi tidak luput dari sasaran untuk dimintai jawaban. Jujur saya tidak tenang saat itu karena dalam tekanan untuk memberi jawaban dan mengacuhkan, akhirnya dari 120 menit waktu pelaksanaan ujian, saya hanya memanfaatkan 90 menit saja, selanjutnya soal dan jawaban saya kumpulkan secara tiba-tiba dan saya bersegera pulang tanpa memikirkan mereka yang mengharapkan jawaban.

Hasil seleksi diumumkan seminggu setelah pelaksanaan tes, dan Alhamdulillah saya menempati peringkat 1 dari 5 perwakilan kota untuk diseleksi lagi melalui video pembelajaran. Selanjutnya finalis OSN-Guru tingkat kota dikumpulkan oleh dinas pada hari Senin, 1 Juni 2015 lalu hari Kamis, 4 Juni 2015 diputuskan akan dilakukan seleksi, padahal hari Selasa bertepatan dengan libur hari raya. Para finalis sangat terkejut, dan banyak yang mengeluh karena hanya hari Rabu peluang mereka untuk membuat video pembelajaran. Untungnya saya sudah mempunyai video pembelajaran ketika penerapan lesson study di sekolah sehingga bagi saya hal tersebut tidak menjadi kendala serius. Alhamdulillah keputusan juri mengantarkan saya lolos OSN-Guru tingkat propinsi.

Berikut ini hasil seleksi OSN Guru 2015 Tingkat Kota Surabaya.

C. PROSES SELEKSI TINGKAT PROPINSI

Proses penyelenggaraan OSN Guru Tingkat Propinsi tahun 2015 diadakan di hotel Oval. Tiap kota/kabupaten diwakili oleh 1 peserta untuk masing-masing bidang. Jika semua kota/kabupaten terwakili, seharusnya masing-masing bidang ada 38 peserta. Tapi untuk bidang matematika SMP, peserta seleksi OSN Guru Tingkat Propinsi hanya berjumlah 32 orang. Berikut ini peserta seleksi OSN Guru Tingkat Propinsi yang merupakan perwakilan dari Kota Surabaya.

Sehari sebelum pelaksanaan seleksi , diadakan pembinaan peserta seleksi menuju OSN Guru tingkat nasional yang difasilitasi oleh pembina Tim Olimpiade Matematika Indonesia (TOMI) dari Universitas Malang (UM). Banyak sekali guru matematika yang menonjol dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade matematika. Hal itu terlihat dari keaktifan peserta dalam menjawab soal yang diberikan oleh pembina. Sebenarnya melihat keaktifan peserta dalam menjawab berbagai macam soal yang diberikan pembina sedikit membuat saya pesimis, tapi saya bertekad untuk mengerjakan soal seleksi semaksimal yang saya bisa. Saya tidak memikirkan kompetitor lain untuk bersaing menjadi yang terbaik tetapi saya memikirkan bagaimana saya menyelesaikan soal olimpiade sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat.

Sebulan setelah pelaksanaan seleksi, saya selalu mengecek website Pusbangprodik, tetapi tidak ada hasil sama sekali, berlanjut di bulan September bahkan sampai Oktober terus saya pantau perkembangan tersebut tetapi masih tidak ada hasil. Saya sedikit pesimis tidak lolos OSN Guru tingkat nasional karena saya pikir banyak guru hebat yang concern di bidang olimpiade. Sampai akhirnya ada info pada hari Sabtu, 31 Nopember 2015 dari teman saya yang berada di Jawa Barat, bahwa saya lolos OSN-Guru tingkat nasional dan berada di peringkat 6 dari 14 finalis serta merupakan satu-satunya perwakilan propinsi Jawa Timur bidang matematika SMP. Tidak ada kata lain yang terucap selain rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Kami terus berharap pertolongan Allah SWT bagi hambanya yang bersungguh-sungguh berjuang, “Man Jadda Wa Jada”.

Berikut ini hasil seleksi OSN Guru Tingkat Nasional 2015 berdasarkan rangking nasional.

D. PELAKSANAAN OSN GURU TINGKAT NASIONAL TAHUN 2015

Sesuai dengan panduan pelaksanaan OSN Guru Tingkat Nasional, bentuk kegiatan dan materi seleksi OSN Guru Tingkat Nasional Tahun 2015 untuk bidang Matematika SMP dan SMA/SMK meliputi tes tertulis, workshop pengembangan bahan ajar dengan pendekatan saintifik, dan presentasi pembelajaran hasil workshop. Sedangkan penilaian pendukung lomba di antaranya penilaian karya tulis ilmiah yang relevan dengan mata pelajaran serta penilaian risalah akademik dan bukti fisiknya.

Berikut ini adalah brosur OSN Guru Tahun 2015

OSN Guru Tingkat Nasional Tahun 2015 diselenggarakan di Fave Hotel PGC Cililitan, Jakarta Timur.

Berikut ini undangan dan jadwal kegiatan pelaksanaan lomba untuk bidang matematika SMP.

Saat pembagian kamar, sebagian besar peserta seleksi mendapatkan kamar di lantai 2, 3, 4, dan 5 yang dekat dengan tempat pembukaan (lantai 2) serta tempat lomba (lantai 2 dan 3), sedangkan saya dan beberapa peserta dari Jawa Timur mendapatkan kamar di lantai 9 dan 10, yaitu lantai paling atas di gedung tersebut. Jika dilihat dari posisi kamar dengan tempat pelaksanaan lomba, mungkin kami tidak terlalu diuntungkan, karena aksesnya terlalu jauh. Tapi kalo dilihat lebih jauh dan dapat mengambil sisi positifnya, maka kami sangat diuntungkan, karena lantai paling atas hotel terdapat masjid dan mayoritas peserta dari Jawa Timur adalah muslim. Dengan keuntungan tersebut, saya pribadi dan beberapa teman kontingen Jawa Timur memanfaatkan sebaik-baiknya untuk sholat 5 waktu berjamaah di masjid. Ibarat perang, maka kusematkan motto perjuangan di profil WA (whatsapp) untuk menginternalisasi semangat juang saya dalam meraih kesuksesan di OSN Guru 2015. Motto tersebut saya ambil dari potongan ayat Al Quran yang saya baca sebelum ke Jakarta, yaitu QS. Muhammad ayat 7 yang berbunyi:

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Dengan motto ini, saya mengembalikan semua urusan kepada Allah SWT, dengan tetap berusaha semaksimal mungkin melakukan semua kegiatan lomba secara sempurna dan mengawal semua usaha tersebut dengan doa yang tiada putus-putusnya. Harapan saya adalah dapat meraih gelar juara agar kelak bisa bercerita ke anak didik saya dan menginspirasi untuk berprestasi di event-event lomba.

Waktu pengumuman yang ditunggu-tunggu telah tiba, berdebar rasanya jantung ini menunggu diumumkannya para juara. Ketika tiba waktunya pengumuman jenjang SMP bidang matematika, pikiran sudah melayang-layang entah ke mana. Pembawa acara telah mengumumkan juara 3, peraih medali perunggu diperoleh kontingen dari Jawa Tengah, yaitu Bu Puji Rahayu dari SMPN 2 Klaten, Jawa Tengah. Saya sontak berpikir, mungkin semua gelar akan terambil oleh kontingen Jawa Tengah mengingat ada 6 peserta dari Jawa Tengah yang lolos tingkat nasional dan menempati peringkat teratas, yaitu peringkat 1, 2, 4, 7, 9, dan 13. Sedangkan Bu Puji Rahayu sendiri berada di peringkat 7. Saya masih berharap untuk meraih juara dan tak lepas bibir ini untuk berdzikir dan bersholawat. Tiba saatnya pembawa acara mengumumkan juara 2, dan tak disangka nama saya dibaca, peraih medali perak diperoleh kontingen dari Jawa Timur atas nama Fajar Budi Utomo dari SMP Al Hikmah Surabaya, Jawa Timur. Tak dapat kubendung rasa gembira ketika nama saya disebut dan seketika itu aku langsung sujud. Tanda syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada saya. Kutahan rasa haru di dalam hati sehingga tidak sampai meneteskan air mata. Akhirnya saya maju dengan gagah diiringi tepuk tangan dari teman-teman seperjuangan. Selanjutnya pembawa acara mengumumkan kembali dan juara 1 diraih oleh kontingen dari Jawa Barat, yaitu Pak Tantan Sutandi Nugraha dari SMPN 2 Ciamis, Jawa Barat.

Berikut ini hasil OSN Guru Tahun 2015 bidang matematika SMP.

Luar biasanya lagi, kontingen Jawa Timur di OSN Guru Tahun 2015 kali ini memperoleh medali terbanyak selama 5 tahun pelaksanaan OSN Guru. Kontingen Jawa Timur memperoleh 5 medali dan berada di peringkat kedua di bawah Jawa Barat yang memperoleh 6 medali serta meruntuhkan dominasi kontingen Jawa Tengah yang hampir tiap tahun selalu jadi juara umum.

Berikut ini perolehan medali OSN Guru Tahun 2015.

Berikut ini dokumentasi para juara di OSN Guru Tahun 2015.

Harapan saya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, di antaranya:

  1. Sekolah-sekolah swasta lebih diberi ruang untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan sekolah yang pelaksanaannya di bawah naungan dinas kota, propinsi, maupun pusat.
  2. Pemerintah (dinas kota, propinsi, pusat) dan sekolah tidak ragu untuk memberikan reward / penghargaan bagi para guru yang berprestasi mewakili sekolah, kota, maupun propinsi yang berkompetisi di tingkat nasional.

Saran saya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, di antaranya:

  1. Dinas propinsi maupun kota lebih menyiapkan kegiatan-kegiatan lomba yang diadakan dinas pusat dengan mengadakan kegiatan lomba serupa di tingkat propinsi.
  2. Dinas propinsi maupun kota diharapkan mengadakan pembinaan guru dan lomba di bidang IT untuk mendukung kegiatan OSN Guru.
  3. Dinas propinsi maupun kota diharapkan mengadakan pembinaan guru dengan menitikberatkan pada peningkatan kompetensi pedagogik maupun profesional melalui kegiatan workshop dengan tenaga ahli yang benar-benar dipersiapkan.

Dari keikutsertaan saya di ajang OSN Guru Tahun 2015, akhirnya membuka mata dinas Kota Surabaya untuk mengadakan proses seleksi terbuka bagi guru negeri dan swasta di ajang Olimpiade Guru Nasional (OGN) Tahun 2016. Harapannya agar Kota Surabaya dapat memperoleh medali yang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dan memang terbukti bahwa usaha yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya dengan melakukan proses seleksi OGN Tahun 2016 serta Anugerah Konstitusi 2016, akhirnya Kota Surabaya memperoleh 3 medali, yaitu: 1 emas di OGN 2016 bidang Fisika diraih oleh guru SMA 5 Surabaya, 1 perunggu di OGN 2016 bidang Matematika SMP diraih teman saya, ustad Imam Sibawaihi guru matematika SMP Al Hikmah Surabaya serta juara 1 Anugerah konstitusi 2016 juga diraih teman saya, ustad Sriyanto, guru PKN SMP Al Hikmah Surabaya.

Sungguh tak kusangka, perjuangan saya dengan ridho Allah SWT di OSN Guru Tahun 2015 telah menempatkan SMP Al Hikmah Surabaya di barisan sekolah para juara dan membuka pintu prestasi bagi SMP Al Hikmah Surabaya di tahun berikutnya.

Pesan saya untuk para guru dan siswa dalam melanjutkan tradisi juara di SMP Al Hikmah Surabaya:

“Belajarlah walau lelah, berjuanglah walau tidak suka, karena Allah SWT pasti menggantinya dengan derajat mulia yang tidak pernah kalian sangka”

By smartstriker82

Guru Matematika di SMP Al Hikmah Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.