Notasi ilmiah adalah cara penulisan nomor yang mengakomodasi nilai-nilai terlalu besar atau kecil agar dengan mudah ditulis dalam notasi desimal standar. Notasi ilmiah memiliki sejumlah sifat yang berguna dan umumnya digunakan dalam kalkulator oleh para ilmuwan, matematikawan, dokter, dan insinyur.

Perhatikan data tentang struktur matahari serta struktur virus corona berikut:


Berdasarkan data yang disajikan di atas, sebagian besar data pengamatan tentang Matahari disajikan dalam bentuk notasi ilmiah, di antaranya: jarak rata-rata Matahari dari Bumi = 1 AU sebanding dengan 1,496 × 108 km, keliling Matahari = 4,379 × 106 km, luas permukaan Matahari = 6,09 × 1012 km2, volume Matahari = 1,41 × 1018 km3 , serta massa Matahari sebesar 1,9891 × 1030 kg, dsb. Begitu pula yang berkaitan dengan nilai-nilai yang sangat kecil seperti ukuran virus Corona yang diameter virus rata-rata berkisar antara 80 nm = 8 × 10-8 m hingga 120 nm = 1,2 × 10-7 m, bahkan ukuran yang ekstrim bisa sampai 200 nm = 2 × 10-7 m.
(ket: nm = nanometer, 1 nm = 10-9 meter).

Menurutmu mengapa harus dituliskan demikian? Apa dan bagaimana penulisan standar notasi ilmiah?

Dalam notasi ilmiah, semua nomor ditulis seperti ini:

(dibaca “a dikali 10 pangkat n”),

dengan pangkat n sebagai bilangan bulat dan koefisien a adalah bilangan riil. Jika nomor itu negatif, pangkatnya memakai tanda minus (seperti pada notasi desimal biasa).

Sehingga untuk bilangan positif, nilai a berada pada rentang 1 ≤ a < 10, sedangkan untuk bilangan negatif, nilai a berada pada rentang -10 < a ≤ -1, dimana a merupakan bilangan Riil.

Contoh:
Aphelion adalah salah satu fenomena alam di mana titik terjauh Bumi terhadap matahari yang memiliki jarak kurang lebih 152,6 juta Km. Penulisan notasi ilmiah yang benar terhadap fenomena Aphelion adalah ….

Jawab:
152,6 × 1.000.000 km = 152.600.000 km = 1,526 × 108 km

By smartstriker82

Guru Matematika di SMP Al Hikmah Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.